Viral Toko Kelontong di Kemayoran Diacak-acak, TNI AD Benarkan Ada Prajurit Terlibat

Sebuah video yang memperlihatkan keributan di sebuah toko kelontong di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang terlibat kericuhan di depan toko hingga barang-barang dagangan berserakan.

TNI Angkatan Darat membenarkan bahwa salah satu prajuritnya terlibat dalam insiden tersebut. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kolonel Inf Donny Pramono, menyampaikan bahwa peristiwa itu merupakan keributan antara seorang prajurit TNI AD dan warga sipil.

Menurut Donny, prajurit yang terlibat dalam kejadian tersebut adalah Sertu AW.

Insiden Disebut Berawal dari Kesalahpahaman Transaksi

Donny menjelaskan, keributan di toko kelontong Kemayoran itu bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung. Situasi yang awalnya hanya cekcok kemudian berkembang menjadi keributan.

Dalam peristiwa tersebut, Donny menyebut Sertu AW mengalami luka akibat penusukan yang diduga dilakukan oleh pemilik warung. Saat ini, Sertu AW sedang menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran.

Toko Kelontong Terlihat Berantakan dalam Video Viral

Dalam video yang beredar di media sosial, toko kelontong bernama Adi Jaya tampak berantakan. Puluhan kardus air mineral terlihat berserakan di depan toko.

Selain itu, sebuah sepeda motor matic juga tampak tergeletak tidak jauh dari tumpukan kardus. Sejumlah warga yang berada di lokasi terlihat berusaha melerai keributan dan membawa beberapa orang menjauh dari tempat kejadian.

Video tersebut kemudian ramai dibagikan setelah diunggah oleh akun Instagram @wargajakarta.id.

TNI AD Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Video Potongan

Terkait kerusakan toko yang terjadi setelah keributan, Donny mengatakan bahwa hal itu merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi ketika situasi sudah memanas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh peristiwa tersebut kini sedang ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh.

TNI AD juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial. Menurut Donny, video singkat yang viral belum tentu menggambarkan kronologi kejadian secara lengkap dari awal hingga akhir.

Prajurit Akan Diproses Jika Terbukti Melanggar

TNI AD memastikan akan memproses setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Donny mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan kasus berjalan dengan baik. Ia juga menyebut situasi di lokasi saat ini sudah aman dan kondusif.

Polisi Sebut Tidak Ada Korban Meninggal

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, membenarkan adanya peristiwa keributan di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia menyebut kejadian tersebut terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026.

Menurut Erlyn, insiden itu dipicu oleh kesalahpahaman. Ia juga memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Hal senada disampaikan Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah. Ia menyebut kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kasus Ditangani Polres Metro Jakarta Pusat

Meski disebut telah ada kesepakatan damai, peristiwa toko kelontong di Kemayoran yang diacak-acak itu tetap menjadi perhatian aparat. Saat ini, penanganan kasus berada di Polres Metro Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian bersama TNI AD masih mendalami kronologi lengkap kejadian untuk memastikan peran masing-masing pihak dalam keributan tersebut.

Dengan penanganan dari aparat, masyarakat diimbau untuk menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Leave a Comment